PMI Muba Siapkan 20.000 Liter Disinfektan Bantu Warga Cegah COVID-19

  • by

Mediasumsel.com l SEKAYU, MUBA – Guna membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) dalam percepatan penanganan Coronavirus Disease 2109 (COVID-19). Palang Merah Indonesia (PMI) Muba melalui Posko Informasi dan Bantuan Kemanusiaan Dampak COVID-19 akan memproduksi disinfektan sebanyak 20.000 liter. Hal ini diungkapkan Ketua PMI Muba Beni Hernedi, sabtu (4/4).

“Disinfektan dari bahan alternatif ini diproduksi oleh PMI Muba dengan melibatkan Para Relawan. Agar bahan yang digunakan tidak membahayakan dan sesuai takarannya, kami dibantu oleh Petugas Dinas Kesehatan Muba sebagai quality control-nya. Disinfektan ini akan diprioritaskan untuk didistribusikan bagi desa/kelurahan yang terdapat ODP COVID-19. Selain itu, akan digunakan juga oleh Para Relawan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di Tempat Fasilitas Umum (TFU)”, jelas Beni.

Selanjutnya, Beni menambahkan PMI Muba merasa terpanggil untuk berperan dalam menghambat penularan virus corona ini. Namun dirinya juga mengkhawatirkan apabila disinfektan yang dibuat secara asal-asalan dan tidak mengikuti standar kesehatan dapat membahayakan kesehatan warga. “Kita pastikan disinfektan yang dibuat tidak asal-asalan dan aman nanti digunakan oleh masyarakat”, kata Beni.

Terlihat di Posko Informasi dan Bantuan Kemanusiaan PMI Muba untuk Dampak COVID-19 aktivitas para relawan yang melakukan produksi disinfektan dengan kapasitas 1.000 liter sekali produksi. Sedangkan bahan-bahan untuk memproduksi 20.000 liter telah tersedia yang berasal dari kegiatan pengumpulan donasi kemanusiaan. Adapun bahan pembuatan disinfektan dengan bahan alternatif ini yaitu : Bayclin 66 botol (1.000 ml), Wifol 86 Kantong, Superpel 88 kantong (750 ml).

“Saya juga telah memberikan arahan kepada Para Relawan PMI Muba untuk bantu edukasi masyarakat agar mengetahui cara penggunaan disinfektan. Sesuai anjuran WHO bahwa disinfektan dilarang untuk disemprotkan ditubuh karena berbahaya bagi mata, mulut dan kulit sehingga dapat menimbulkan risiko kesehatan. Disinfektan hanya boleh disemprotkan di permukaan dan benda-benda yang sering disentuh, misalnya perabotan, perlatan kerja, gagang pintu, pegangan tangga, tempat duduk dan meja”, pungkas Wakil Bupati Muba ini.

(Rilis : Bid. Humas & Publikasi PMI Muba)

Like & Share :
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan