Sumsel

Muba Kembangkan Sabut Kelapa Jadi Produk Ekspor

791
×

Muba Kembangkan Sabut Kelapa Jadi Produk Ekspor

Sebarkan artikel ini

“Mengapa harus mengelola sabut kelapa karena, bahan baku nya berlimpah di Muba, kepastian jaminan pasar, padat karya, limbah yang belum di manfaatkan serta teknologi sederhana. Adapun beberapa produk akhir cocofiber yaitu, jok mobil, sofa, keset kaki, spring bed, vas bunga dan matras. Sementara, cocopeat digunakan untuk media tanam,”ulasnya.

Direktur PT. Mahligai Indococo Fiber Lampung Efli Ramli mengatakan, pengolahan sabut kelapa orientasi ekspor sebagai lokomotif hilirisasi kelapa secara terpadu di Kabupaten Muba dapat menjadi peluang ekspor di masa pandemi.

Jika pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan benar maka, produk nya akan di cari oleh pasar. Seperti yang diketahui, permintaan export-coco fiber ada di China dan negara Eropa east. Permintaan export-coco peat ada di negara China, Jepang, Korea, Italy, Jerman, Belgia, Kanada, Israel, Negara Middel East. Selain itu, kegiatan inovasi pengolahan sabut kelapa ini dapat bersinergi untuk meningkatkan lapangan kerja di Muba,”bebernya.

Lanjutnya, Mahligai Indococo Fiber (MIF) sudah berdiri sejak tahun 2007 Memilki 16 cluster produksi di empat provinsi yakni Aceh, Sumatera barat, Lampung dan Pangandaran. Kebutuhan sabut kelapa sebanyak 6 juta butir per bulan. Memiliki petani binaan sebanyak 250 orang. Memiliki tenaga kerja sebanyak 930 orang Eksport Fiber rata-rata 30 container per bulan Export cocopeat sekitar 35 container per bulan.

“Saya harapkan di Muba juga mampu menggerakkan tranformasi ekonomi melalui pengolahan sabut kelapa, kami akan lakukan bimbingan dan memberikan pengalaman terbaik untuk di Muba,”tandasnya.

Baca artikel kami di GOOGLE NEWS

 

Tinggalkan Balasan