Ia juga memberikan akses bagi sejumlah mahasiswa untuk berlatih menjadi influencer dengan berbagai kreasi konten dalam mempromosikan berbagai produk UMKM.
“Kita buat inkubator promosi produk UMKM. Kuncinya dalam sukses berusaha adalah seorang pelaku usaha harus memahami kebutuhan pasar.
Kita harus bisa menjadi solusi dari sebuah masalah atau kebutuhan pasar, bisnis seperti ini yang sustainable,” ucap Lutpi.
Lebih lanjut ia menyebutkan dalam melakukan eksport sebuah produk pihaknya melakukan terlebih dahulu riset di lokasi negara eksport apakah sesuai dengan kebutuhan market.
Eksportir Jahe asal Garut Selatan, Hendrik Mubarok Garut Selatan menyebutkan usahanya terus berkembang selama masa pandemi Covid-19 seiring dengan kebutuhan masyarakat akan jahe.
“Kita berupaya memenuhi kebutuhan pasar internasional. Saya melihat kuantitas dan kualitas yang diminta.
Dengan berkolaborasi bersama mereka yang sudah expert dalam bidang ekspor mempermudah saya menjalin relasi, jaringan hingga ke luar negeri dan peluang usaha lebih banyak,” kata Hendrik Mubarok.



















