Keberhasilan Indonesia menyelenggarakan IPU ke-144 berkali-kali disampaikan oleh Presiden IPU Duarte Pacheco. Bahkan Pacheco sempat menyinggung agar delegasi Negara Rwanda mencontoh Indonesia sebab IPU ke-145 akan diselenggarakan di Kigali. “Rwanda, Anda harus bekerja keras, untuk menyaingi kerja ibu Puan Maharani,” kata Duarte Pacheco usai penutupan Sidang IPU, Kamis (24/3).
Sementara itu, Wakil Presiden Senat Rwanda, Espérance Nyirasafari dalam sidang majelis IPU pun mengakui keberhasilan Indonesia. Ia juga memuji masyarakat Bali. “Orang-orangnya ramah, hospitality yang baik, dan pelaksanaan sidang yang tertib. Terima kasih parlemen Indonesia atas penyelenggaram sidang majelis ini dengan berhasil,” puji dia.
Sementara itu delegasi Italia menyebut penyelenggaraan IPU ke-144 sangat fantastis dan delegasi Vietnam mengatakan IPU ke-144 merupakan sidang majelis parlemen dunia dengan kualitas tertinggi.
Sedangkan Sekjen IPU Martin Chungong menyatakan keberhasilan Indonesia menghelat IPU ke-144 bukan hanya terlihat dari proses pelaksanaannya saja. Tapi juga karena substansi dan gagasan yang dibawa oleh Puan pada forum ini.
Menurutnya, Sidang IPU kali ini sangat membanggakan. Dari data statistik yang dibuatnya, delegasi-delegasi perwakilan 110 negara yang hadir, sebanyak 39 persen di antaranya adalah perempuan dan 27 persen merupakan anggota parlemen muda.
“Jadi pertemuan IPU sekarang sangat relevan karena melibatkan partisipasi dari berbagai kalangan. Dan gagasan-gagasan yang disampaikan Ibu Puan Maharani banyak diadopsi untuk komitmen kita parlemen dunia,” tutupnya.



















