Sumsel

Pelaku Penusukan Diamankan Polsek Ilir Barat II Kota Palembang

334
×

Pelaku Penusukan Diamankan Polsek Ilir Barat II Kota Palembang

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG –  Kurang dari 1X24 jam anggota Buser Polsek Ilir Barat II Palembang, berhasil menangkap satu orang pelaku penusukan terhadap korban Ismail (33). Di Jalan Psi Lautan Kedukan Bukit Kelurahan 35 Ilir IB II, Pada Senin (12/12/22) malam.

Akibat penusukan dilakukan Pitri Widiyanto alias Yanto (43) warga Jalan PSI Lautan, Lorong Kedukan Bukit 1, Kecamatan Ilir Barat (IB) II. Hingga saat ini mengalami koma di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang lantaran luka yang dialaminya.

“Pelaku kita tangkap di rumah keluarganya tidak jauh dari kediamannya, Selasa (13/12) sekitar pukul  11.00 WIB, setelah kita menerima laporan dari keluarga korban sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Kapolsek IB II Palembang, Kompol Irene, Selasa (13/12).

Untuk kejadiannya sendiri terjadi pada Senin (12/12) sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan PSI Lautan, Lorong Kedukan Bukit 1, Kecamatan IB II Palembang.

Dirinya menjelaskan, bahwa saat kejadian itu pelaku dalam kondisi pengaruh minuman keras (miras) sedang memarahi anaknya, tiba-tiba korban yang hendak lewat dikira pelaku mau menusuknya membuat pelaku menusuk korban hingga membuat korban koma di RSMH Palembang.

“Saat itu pelaku dalam pengaruh miras berat, sedang memarahi anaknya di dekat rumahnya, kemudian korban lewat dan kira pelaku korban mau menusuknya.

Sehingga pelaku mendahului dengan menusuk korban, padahal saat itu korban hanya ingin lewat dan tidak mengenal satu sama lainnya,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, anggota kita turut mengamankan barang bukti berupa sajam jenis pisau yang digunakan pelaku menusuk korban.

“Atas ulanya pelaku kita kenakan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman penjara selama lima tahun,” aku dia.

Sementara itu, pelaku Yanto mengakui perbuatannya telah melakukan penusukan terhadap korban.

“Saya saat itu dalam pengaruh miras, saat sedang memarahi anak saya. Kemudian korban lewat saya kira dia ini mau menusuk sehingga saya dahului dia,” bebernya.

Ia menuturkan, bahwa Sajam yang digunakan dalam menusuk korban selalu dibawanya selalu saat berpergian.

“Saya selalu membawa sajam kemana pun saya pergi, usai kejadian saya tidak kemana-mana. Saya ada di rumah salah satu keluarga saya tidak jauh dari rumah saya usai kejadian,” tutupnya

-

Tinggalkan Balasan